Rencana Penerapan UN, Wali Kota Eri Cahyadi Berharap Pacu Semangat Belajar Siswa

MCI News- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia (RI), Abdul Mu’ti berencana mengembalikan ujian nasional (UN) sebagai sistem evaluasi pendidikan tahun 2025. Namun, sampai saat ini Mendikdasmen, Abdul Mu’ti masih belum memastikan kapan sistem evaluasi pendidikan tersebut diterapkan.

Menanggapi soal itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, adanya wacana ini justru akan memotivasi siswa untuk belajar lebih giat. Sebab, menurutnya siswa akan memiliki daya saing untuk bisa masuk ke sekolah yang diinginkan.

“Sebenarnya ketika ada pembelajaran itu pasti ada UN-nya, agar kita bisa tahu nilai-nilai berapa yang dia dapat, sehingga salah satu faktor ketika dia mendapatkan nilai, ada penghargaan yang dia (siswa) dapatkan, apakah bisa bersaing masuk ke sekolah (yang diinginkan). Dan itu salah satu faktor yang mungkin bisa digunakan untuk menjadi salah satu bagian dari zonasi,” kata Wali Kota Eri, Jumat, (3/1/2025).

Justru, Wali Kota Eri berharap, dengan adanya penerapan UN, siswa akan lebih rajin untuk belajar. Namun, kalau menggunakan zonasi, menurutnya siswa akan sedikit malas untuk belajar. Sebab, sistem zonasi tidak perlu nilai bagus untuk bisa masuk ke sekolah favorit.

“Dengan UN ini saya berharap anak-anak semakin gelem sinau (mau belajar). Tapi, kalau dulu UN nggak onok, wis pokoke omahe cidek sekolah dadi sinaune rodok males-males titik lah (kalau UN nggak ada, sudah pokoknya sekolahnya dekat rumah belajarnya jadi agak malas sedikit), tapi kalau dengan begini kan mereka ada rasa ingin belajar,” harapnya.

Wali Kota Eri menambahkan, dirinya setuju jika pemerintah pusat menerapkan UN sebagai sistem evaluasi pendidikan. Asalkan, hal tersebut bisa membangkitkan semangat belajar para siswa-siswi di Kota Surabaya ke depannya.

“Apapun itu asalkan bisa bangkitkan semangat belajar, dan tidak meremehkan. Meskipun UN nantinya dihitung berapa persen (sebagai syarat kelulusan) tapi anak akan ada keinginan belajar. Kalau sekarang kan enggak, asalkan dekat dengan rumah bisa masuk ke sekolah, nah ini harus dihilangkan, jadi tetapi dekat dengan rumah tapi bagaimana (siswa) belajarnya juga bisa bermanfaat untuk mendapatkan nilai yang baik,” pungkasnya (aly/MCI).

Baca Berita Terpopuler

Allahuakbar, Ucapan Terakhir Ustaz Yahya Waloni Meninggal di Mimbar Khotbah Jumat

Surabaya, MCI News – Pendakwah Yahya Waloni meninggal dunia saat...

BRN Korda Jawa Timur Gelar Halal Bihalal, Perkuat Silaturahmi dan Tegaskan SOP Operasional

Blitar, MCI News – Ratusan anggota Buser Rent Car...

7 Makanan Bersertifikat Halal Ditemukan Mengandung Babi, Ini Daftarnya

Jakarta, MCI News - Masyarakat dihebohkan dengan temuan sembilan...

Fachry Albar Konsumsi Banyak Jenis Narkoba

Jakarta, MCI News - Aktor Fachry Albar menjalani tes urine...

Google Doodle Hari Bumi Sedunia 22 April 2025

Surabaya, MCI News - Peringatan Hari Bumi selalu dilaksanakan tiap...

Pemkot Surabaya Tertibkan Jaringan Utilitas Ilegal di 224 Ruas

Surabaya, MCI News - Pemerintah Kota Surabaya menertibkan jaringan...

Eri Cahyadi Ajak Kota Indonesia Modern Tanpa Tinggalkan Budaya

Surabaya, MCI News - Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah...

Satpol PP Surabaya Tertibkan Warung Remang-remang dan Miras

Surabaya, MCI News - Pemerintah Kota Surabaya mengintensifkan operasi...

Polda Jatim Ungkap Dugaan Penggelapan 185 Ton Gula

Surabaya, MCI News - Polda Jawa Timur mengungkap dugaan...

Ecoprint SMAN 20 Surabaya Olah Daun Menjadi Produk Kreatif

Surabaya, MCI News - SMA Negeri 20 Surabaya mengembangkan...

Kapolda Jatim Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik Humanis

Surabaya, MCI News - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol...

Polda Jatim Tindak Dugaan Peredaran Narkoba di Jalan Kunti Surabaya

Surabaya, MCI News - Polda Jawa Timur bersama tim...

Kapolres Nias Selatan Sampaikan Pesan Kamtibmas Saat Jumat Keliling

Nias Selatan, MCI News - Kapolres Nias Selatan AKBP...
spot_img

Baca Juga

Kanal Berita

spot_img