Sidoarjo, MCI News – Ketua Tim Penggerak PKK Arumi Bachsin mendorong pelatihan kreasi hantaran bagi anggota dan kader PKK Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu upaya memperkuat keterampilan dan peluang usaha keluarga. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Selasa (11/08/2026), diikuti 60 peserta dari tiga kecamatan dengan materi pembuatan hantaran dan kerajinan berbahan batik.
Arumi menilai keterampilan membuat hantaran dapat menjadi alternatif usaha bagi perempuan yang ingin memperoleh tambahan pendapatan tanpa harus bergantung pada pekerjaan kantoran. Menurutnya, kebutuhan hantaran tetap muncul dalam berbagai kegiatan pernikahan sehingga keterampilan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha.
“Bidang usaha atau peluang yang sederhana tetapi insyaallah long lasting karena setiap pernikahan skala besar dan sederhana selalu ada hantaran,” kata Arumi di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Jatim pada Selasa, (11/8).
Ia menjelaskan pelatihan tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan teknis. Peserta juga perlu memahami cara mengemas produk agar memiliki nilai tambah dan mampu menarik perhatian konsumen, terutama ketika pelaku usaha memasarkan produk melalui media sosial.
Menurut Arumi, perkembangan teknologi digital membuat tampilan produk menjadi salah satu bagian penting dalam pemasaran. Produk dengan kemasan yang baik dan memiliki unsur seni dapat lebih mudah diperkenalkan melalui konten digital.
“Sentuhan kecil memiliki pengaruh yang luar biasa,” ungkapnya.
Arumi juga melihat keterampilan membuat hantaran dapat menjadi dasar bagi peserta untuk memasuki berbagai segmen pasar. Ia menilai peserta tidak harus berhenti pada kegiatan membuat hantaran, tetapi dapat mengembangkan kemampuan tersebut menjadi usaha kreatif yang menyesuaikan kebutuhan konsumen.
“Seni membuat hantaran menjadi pondasi bisnis dan banyak sekali market yang bisa dimasuki,” ujarnya.
Ia meminta peserta membagikan keterampilan yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Arumi menyebut kader PKK, kelompok lanjut usia, pemuda, hingga penyandang disabilitas dapat menjadi sasaran pengembangan keterampilan agar manfaat pelatihan tidak berhenti pada peserta.
“Saya berharap para peserta menyerap ilmu dari narasumber dan mengubah kreativitas menjadi model usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di Jawa Timur khususnya kabupaten Sidoarjo,” tutur Arumi.
Arumi juga mendorong peserta memperkenalkan keterampilan tersebut dalam berbagai kegiatan masyarakat. Posyandu dan kegiatan bersama kelompok remaja, misalnya, dapat menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan sekaligus memperluas keterampilan yang bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha.
“Zaman sekarang peluang kerja di Indonesia semakin sempit sehingga sebagian orang dituntut mengasah skill-skillnya untuk berwirausaha,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Arina Nur Fauziyah menjelaskan pelatihan tersebut melibatkan 60 peserta dari tiga kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Panitia membagi peserta menjadi dua kelompok dengan masing-masing 30 orang.
Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan pembuatan hantaran, sedangkan 30 peserta lainnya mendapatkan materi pembuatan hantaran berbahan batik. Pembagian tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari variasi produk yang dapat dikembangkan sesuai kreativitas dan kebutuhan pasar.
Arina menjelaskan pemilihan materi hantaran berkaitan dengan unsur kreativitas dan keindahan yang melekat pada produk tersebut. Keterampilan itu juga relatif mudah diteruskan kepada kelompok masyarakat lain melalui kegiatan pemberdayaan.
“Hantaran dipilih karena identik dengan keindahan. ibu-ibu itu kalau mau lihat yang indah-indah cocok dan sangat mudah ditularkan ke komunitasnya,” pungkasnya.


