Pasuruan, MCI News – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan Merita Rusdi Sutejo meluncurkan program Kampung MANDIRI (Mari Kembangkan dan Produksi Sendiri) untuk mendorong pengembangan usaha ekonomi produktif dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Peluncuran program tersebut berlangsung di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, Selasa (11/08/2026) seperti yang dikutip di website .pasuruankab.go.id, dengan Kelurahan Kauman, Kecamatan Bangil, sebagai lokasi awal penerapan sebelum dikembangkan ke 24 kecamatan.
Merita Rusdi Sutejo atau Mela Rusdi mengatakan Kampung Mandiri diarahkan untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi di tingkat desa dan kelurahan. Program tersebut juga menargetkan peningkatan kapasitas ekonomi keluarga serta kualitas pendidikan masyarakat.
“Hadirnya Kampung Mandiri ini untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga serta meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat,” katanya.
Menurut Mela, keberhasilan program membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, PKK, pelaku usaha, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar Kampung Mandiri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan yang berjalan secara berkelanjutan.
“Saya berharap, gerakan ini tidak hanya sekedar seremonial belaka, tapi terus diikuti dengan langkah nyata melalui sinergi dan kolaborasi semua pihak,” tegasnya.
Mela juga mengakui pengembangan Kampung Mandiri menghadapi sejumlah tantangan. Setiap wilayah memiliki potensi, kebutuhan, serta persoalan yang berbeda sehingga pemerintah dan masyarakat perlu melakukan penyesuaian serta perbaikan secara bertahap.
“Halangan atau hambatan itu adalah hal yang lumrah terjadi. Akan tetapi dengan niat yang tulus, semangat dan kebersamaan yang kuat, serta upaya perbaikan yang terus menerus saya yakin Kampung Mandiri di Kabupaten Pasuruan akan terwujud dan memberikan dampak nyata,” harapnya.
Kelurahan Kauman menjadi titik awal karena wilayah tersebut memiliki sejumlah aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lurah Kauman Muarif menyebut berbagai produk masyarakat telah berkembang, mulai dari makanan, minuman, hingga kerajinan tangan.
Salah satu produk unggulan Kauman yakni kerupuk kepang berbahan ikan payus. Produk tersebut telah dipasarkan ke sejumlah wilayah di Indonesia. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan produk sari minuman dari sarang burung walet, bawang lanang madu atau balamad, serta produk bordir.
Muarif berharap program Kampung Mandiri dapat memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pemberdayaan dan pelatihan. Pendampingan langsung kepada masyarakat juga diperlukan agar potensi usaha di tingkat kelurahan dapat berkembang lebih terarah.
“Harapan kita UMKM bisa naik kelas dengan pemberdayaan, pelatihan, kunjungan ke masyarakat yang punya potensi UMKM dan promosi secara maksimal,” terangnya.


