Bogor, MCI News – Fasilitas Unit Deteksi K9 Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido, Bogor, Jawa Barat, dimanfaatkan sebagai lokasi Sekolah Rakyat Rintisan bagi 50 anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut menjadi bentuk kolaborasi BNN dan Kementerian Sosial dalam memperluas akses pendidikan, setelah penandatanganan kerja sama rehabilitasi dan pascarehabilitasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga pada Selasa (11/08/2026) seperti yang dikutip di website bnn.go.id.
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung fasilitas Sekolah Rakyat Rintisan di Unit Deteksi K9 BNN, Lido. Mereka melihat kesiapan ruang belajar, fasilitas pendukung, serta sarana yang akan digunakan untuk menunjang kegiatan pendidikan para peserta didik.
Pemanfaatan fasilitas BNN tersebut memperluas bentuk kerja sama lintas kementerian dan lembaga. BNN memberikan dukungan melalui pemanfaatan aset dan fasilitas yang tersedia, sedangkan Kementerian Sosial menjalankan program pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah.
Sekolah Rakyat Rintisan di Lido akan menampung 50 peserta didik dari keluarga desil 1 dan 2 di Kabupaten Bogor. Peserta terdiri atas 25 siswa jenjang SMP dan 25 siswa jenjang SMA.
Dari jumlah tersebut, terdapat 26 siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan. Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan para peserta didik tersebut melalui Surat Keputusan Bupati Bogor.
Kementerian Sosial juga menyiapkan tenaga pendidik untuk mendukung proses belajar dan pendampingan siswa. Sebanyak 18 guru tamu akan mengisi kegiatan pembelajaran, sedangkan 15 tenaga pendidik lainnya bertugas mendampingi siswa sebagai wali asuh dan wali asrama.
Komposisi tenaga pendamping itu terdiri atas 10 wali asuh dan lima wali asrama. Kehadiran tenaga pendidik dan pendamping tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan akademik sekaligus membantu siswa menjalani aktivitas selama mengikuti program Sekolah Rakyat Rintisan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi terhadap dukungan BNN dalam penyelenggaraan program tersebut. Dukungan pemanfaatan fasilitas BNN menjadi salah satu bentuk kolaborasi pemerintah dalam menjalankan agenda perluasan akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Program tersebut juga memiliki tahapan persiapan sebelum siswa mengikuti pembelajaran secara penuh. Para peserta didik dijadwalkan menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai 15 Agustus 2026 selama lima hari.
Setelah menyelesaikan MPLS, siswa akan mengikuti program matrikulasi selama 14 hari atau dua pekan. Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum peserta memasuki kegiatan pembelajaran secara penuh.


