Jember, MCI News – Pemerintah Kabupaten Jember bersama Perhimpunan Sosial Keturunan Tionghoa Indonesia (PSMTI) meresmikan dua jembatan gantung di Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk, dan Desa Kemuning Lor, Kecamatan Panti, pada Jumat (28/08/2026). Kehadiran dua infrastruktur tersebut memperkuat akses penghubung warga desa sekaligus mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta konektivitas wilayah.
Peresmian dua jembatan itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember memperluas pembangunan infrastruktur hingga kawasan perdesaan. Pemerintah daerah menggandeng PSMTI dan Komisaris Utama PT Pegadaian, Letnan Jenderal TNI (Purn.) A. M. Putranto, dalam menghadirkan fasilitas penghubung bagi masyarakat.
Bupati Jember Gus Fawait mengatakan pemerintah daerah membutuhkan kerja sama lintas sektor untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang tersebar di berbagai wilayah. Menurutnya, keterbatasan kemampuan APBD membuat pemerintah harus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, komunitas, dan elemen masyarakat.
“Kabupaten Jember tidak bisa dibangun jika hanya bergantung pada APBD semata. Kita harus berkolaborasi dengan seluruh pihak. Mulai pemerintah pusat melalui APBN hingga sektor swasta dan komunitas,” ujar Gus Fawait usai peresmian.
Gus Fawait menilai keterlibatan berbagai pihak dapat mempercepat penyediaan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga. Ia menyebut jembatan gantung memiliki fungsi penting karena menghubungkan kawasan yang membutuhkan akses penyeberangan dan jalur mobilitas yang lebih mudah.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat yang tinggal di pelosok desa memperoleh akses terhadap fasilitas penghubung yang menunjang kegiatan sehari-hari.
“Kolaborasi bersama ini adalah langkah nyata menuju Jember Baru dan Jember Maju. Pembangunan tidak boleh berpusat di kawasan perkotaan saja, melainkan harus menyentuh masyarakat hingga ke pelosok-pelosok desa,” tegasnya.
Keberadaan jembatan tersebut berpotensi membantu warga menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan kebutuhan mobilitas lainnya. Akses penghubung yang lebih baik juga dapat memudahkan masyarakat menuju wilayah sekitar tanpa harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh.
Pemkab Jember menyampaikan apresiasi kepada PSMTI, Letnan Jenderal TNI (Purn.) A. M. Putranto, PT Pegadaian, serta pihak lain yang ikut mendukung pembangunan dua jembatan tersebut. Pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama serupa untuk menjangkau wilayah lain yang masih membutuhkan infrastruktur penghubung.
“Terima kasih kepada Pak Jenderal, PSMTI, dan PT Pegadaian yang telah bahu-membahu membangun infrastruktur ini. Hari ini ada dua titik jembatan yang resmi diresmikan, dan harapan kami ke depan sinergi ini terus berlanjut untuk lokasi-lokasi lain,” pungkasnya.
Letnan Jenderal TNI (Purn.) A.M. Putranto selaku anggota Dewan Kehormatan PSMTI mengatakan pembangunan jembatan di Jember menjadi bagian dari dukungan organisasi bersama Vertical Rescue Indonesia. Ia menyebut Jembatan Lembung Lanjheng sebagai jembatan keenam yang berhasil dibangun melalui program tersebut.
“Di Kabupaten Jember pertama diresmikan dua jembatan. Program ini tidak yang terakhir. Kami pasti bersedia untuk terus mendukung. Kami sangat senang dapat membantu masyarakat,” tuturnya.
Warga setempat juga menyambut keberadaan jembatan tersebut karena fasilitas itu berkaitan langsung dengan kebutuhan mobilitas masyarakat. Eko, salah seorang warga, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Jember dalam peresmian sekaligus dukungan yang diberikan kepada warga.
“Alhamdulillah, kami sangat senang dan bersyukur atas kedatangan Bupati secara langsung. Bantuan yang diberikan sangat menguntungkan dan membantu warga di sini,” ujar Eko saat ditemui di lokasi.
Eko berharap perhatian pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur di tingkat dusun terus berlanjut. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk membantu masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari dan meningkatkan akses warga terhadap berbagai kebutuhan.
“Harapan saya semoga ke depannya Bupati bisa terus memperhatikan dan membantu masyarakat dusun Rejeb Desa Sukowiryo,” pungkasnya.
Peresmian dua jembatan gantung tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur daerah. Bagi masyarakat desa, keberadaan fasilitas penghubung bukan hanya berkaitan dengan akses fisik, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi yang berlangsung setiap hari.(fifi)


