Hari Polisi Wanita 2026, Khofifah Apresiasi Peran Polwan di Jatim

Surabaya, MCI News – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi kepada Polisi Wanita (Polwan) atas dedikasi dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikan di Surabaya pada Selasa (01/09/2026) bertepatan dengan peringatan Hari Polisi Wanita Republik Indonesia dan diharapkan memperkuat peran Polwan dalam pelayanan publik di Jawa Timur.

Khofifah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Polwan di Indonesia, khususnya anggota yang menjalankan tugas di wilayah Jawa Timur. Ia menilai keberadaan Polwan memiliki peran penting dalam membangun rasa aman sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

“Selamat Hari Polisi Wanita Republik Indonesia. Terima kasih atas dedikasi, keberanian, dan pengabdian seluruh Polwan dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya di Surabaya, Selasa (01/09/2026).

Menurut Khofifah, tugas Polwan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum. Polwan juga memiliki ruang penting dalam menghadirkan pelayanan yang mengedepankan pendekatan humanis ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.

Ia mengatakan ketegasan dalam menjalankan tugas dapat berjalan bersama empati, kepekaan sosial, dan kepedulian terhadap persoalan warga. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Seorang Polwan, di mana pun ia bertugas, dapat menghadirkan dampak yang luar biasa. Ketegasan dalam menjalankan tugas yang disertai empati dan kepekaan sosial menjadikan Polwan semakin dekat dan dipercaya masyarakat,” imbuhnya.

Khofifah juga menyoroti kontribusi Polwan dalam menangani perkara yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Kelompok tersebut membutuhkan penanganan yang profesional, empatik, serta memperhatikan kondisi korban agar mereka memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan persoalan.

“Makna extraordinary impact tidak selalu diukur dari besarnya sebuah operasi. Ketika seorang Polwan mampu membuat satu korban berani berbicara, satu anak merasa terlindungi, atau satu keluarga kembali memiliki harapan, di situlah dampak luar biasa tersebut hadir,” tuturnya.

Dalam konteks tersebut, Khofifah menilai tema peringatan “One Police Woman, Extraordinary Impact” memiliki kaitan dengan kontribusi setiap anggota Polwan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Ia mendorong Polwan mempertahankan profesionalisme, keberanian, integritas, serta orientasi pelayanan kepada masyarakat.

Perkembangan teknologi juga menjadi perhatian Khofifah. Menurut dia, perubahan pola kejahatan dan interaksi sosial di ruang digital menuntut aparat kepolisian meningkatkan kemampuan agar mampu merespons persoalan keamanan secara tepat.

Kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang, perundungan, kekerasan seksual, serta kejahatan berbasis digital membutuhkan kemampuan aparat yang terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

“Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, ancaman terhadap keamanan masyarakat juga semakin kompleks. Kita membutuhkan Polwan yang adaptif, cakap secara digital, kuat dalam membangun komunikasi, dan tetap berpegang teguh pada integritas,” tegasnya.

Khofifah mendorong peningkatan kapasitas Polwan melalui penguasaan teknologi, literasi digital, komunikasi publik, dan kemampuan membangun kerja sama dengan berbagai unsur masyarakat. Kemampuan tersebut dapat mendukung pelaksanaan tugas, terutama ketika Polwan menghadapi persoalan yang membutuhkan koordinasi lintas lembaga.

Selain penegakan hukum, Khofifah memberikan perhatian terhadap peran Polwan dalam pelayanan sosial dan kegiatan kemanusiaan. Ia menyebut penanganan bencana, pengaturan lalu lintas, edukasi kepada pelajar, pendampingan masyarakat, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban sebagai bagian dari interaksi Polwan dengan warga.

“Kadang dampak itu hadir dari hal yang sederhana. Senyum, sapaan, kesediaan mendengarkan, dan respons yang cepat terhadap pengaduan masyarakat dapat menjadi wujud pelayanan yang menghadirkan rasa aman,” katanya.

Menurut Khofifah, interaksi langsung antara aparat dan masyarakat dapat memengaruhi tingkat kepercayaan publik. Karena itu, ia menilai setiap pelayanan perlu mengedepankan profesionalisme tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.

“Polwan adalah wajah Polri yang tegas sekaligus humanis. Kehadirannya menunjukkan bahwa penegakan hukum dan pelayanan publik dapat berjalan dengan profesional tanpa kehilangan empati dan nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Khofifah juga melihat kiprah Polwan sebagai bagian dari semakin terbukanya ruang perempuan untuk mengambil peran dalam bidang yang memiliki tanggung jawab besar. Ia berharap anggota Polwan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, mengembangkan karier, dan menjalankan kepemimpinan sesuai kemampuan.

“Perempuan harus memperoleh kesempatan yang setara untuk bertumbuh, memimpin, dan menunjukkan kompetensinya. Polwan telah membuktikan bahwa perempuan mampu menjalankan tugas-tugas besar dengan profesionalisme, keberanian, dan integritas,” ungkapnya.

Ia berharap pengabdian Polwan terus memberikan kontribusi terhadap terciptanya keamanan dan pelayanan publik yang responsif. Khofifah juga mengajak Polwan menjaga hubungan dengan masyarakat melalui komunikasi yang terbuka dan pelayanan yang sesuai kebutuhan warga.

Pada momentum Hari Polisi Wanita Republik Indonesia, Khofifah menempatkan peran Polwan tidak hanya sebagai bagian dari pelaksana tugas kepolisian, tetapi juga sebagai salah satu unsur yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Penguatan kompetensi, integritas, kemampuan digital, serta pendekatan humanis menjadi aspek yang dinilai penting untuk menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.

“Teruslah menjadi sosok yang mengayomi, melindungi, dan menginspirasi. Semoga setiap langkah pengabdian Polwan membawa rasa aman, menumbuhkan kepercayaan, dan menghadirkan dampak luar biasa bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dirgahayu Polisi Wanita Republik Indonesia,” pungkasnya.

Baca Berita Terpopuler

Allahuakbar, Ucapan Terakhir Ustaz Yahya Waloni Meninggal di Mimbar Khotbah Jumat

Surabaya, MCI News – Pendakwah Yahya Waloni meninggal dunia saat...

Hukuman Mati Mantan Menteri Korupsi di China, Kampanye Antikorupsi Xi Jinping

China, MCI News – Tang Renjian, mantan Menteri Pertanian...

Google Doodle Hari Bumi Sedunia 22 April 2025

Surabaya, MCI News - Peringatan Hari Bumi selalu dilaksanakan tiap...

Fachry Albar Konsumsi Banyak Jenis Narkoba

Jakarta, MCI News - Aktor Fachry Albar menjalani tes urine...

BRN Korda Jawa Timur Gelar Halal Bihalal, Perkuat Silaturahmi dan Tegaskan SOP Operasional

Blitar, MCI News – Ratusan anggota Buser Rent Car...

Polri Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Jakarta, MCI News - Polri bersama Basarnas dan unsur...

Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Peran Perempuan

Jakarta, MCI News - Ketua Umum Dewan Pembina PP...

Wisuda Poltekpar NHI Bandung, Menpar Dorong SDM Pariwisata Berkualitas

Bandung, MCI News - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana...

BNN Perkuat Integritas Jajaran Lewat Peringatan Maulid Nabi

Jakarta, MCI News - Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat...

ASIDEWI dan UIN SATU Jalin Kerja Sama Strategis Pengembangan Desa Wisata

Tulungagung, MCI News - Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI)...

Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan 10,4 Kg Emas ke Hong Kong

Badung, MCI News - Bea Cukai Ngurah Rai menggagalkan...

Kapulaga Jawa Tengah Perkuat Ekonomi Keluarga Berbasis Potensi Lokal

Wonosobo, MCI News - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan...
spot_img

Baca Juga

Kanal Berita

spot_img