Subang, MCI News – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melanjutkan revitalisasi Kebun Karet Jalupang di Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, dengan target penataan lahan seluas 32 hektare hingga akhir 2026. Program tersebut mulai menunjukkan perkembangan setelah 4.200 bibit karet ditanam di lahan seluas 7 hektare dan kini memasuki tahap pemeliharaan.
Revitalisasi Kebun Karet Jalupang dilakukan setelah sebagian lahan sebelumnya beralih fungsi menjadi kebun singkong yang digarap masyarakat sekitar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kemudian mengarahkan kembali pemanfaatan lahan untuk tanaman karet sebagai bagian dari penataan kebun.
Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Gandjar Yidniarsa mengatakan bibit karet yang sudah ditanam mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan di lokasi. Pemantauan petugas juga menunjukkan tingkat kematian tanaman masih rendah.
“Sudah tumbuh tunas-tunas baru, tingkat kematian kurang dari 1 persen atau kurang dari 10 pohon,” kata Gandjar, Senin (31/08/2026) seperti yang dikutip di website jabarprov.
Kondisi tanaman yang mulai tumbuh membuat area kebun terlihat lebih hijau. Petugas saat ini melakukan pemeliharaan terhadap tanaman yang sudah ditanam sembari menyiapkan lahan untuk tahap penanaman berikutnya.
Revitalisasi juga memberikan dampak terhadap kondisi lahan. Penanaman kembali tanaman karet membantu meningkatkan kandungan unsur hara tanah yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh, berkembang, dan menjalankan proses metabolisme.
Selain tanaman karet, masyarakat juga mendapat ruang untuk memanfaatkan area pinggiran kebun. Warga menanam sejumlah komoditas seperti kelapa dan seraiwangi untuk menjadi sumber penghasilan tambahan.
Program tersebut juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat yang sebelumnya menggarap kebun singkong di kawasan Jalupang. Para mantan penggarap dilibatkan dalam kegiatan revitalisasi sehingga mereka tetap memiliki aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh area Kebun Karet Jalupang kembali tertanami karet secara bertahap. Penanaman akan ditingkatkan ketika memasuki musim hujan pada Oktober 2026 karena kondisi tersebut mendukung proses pertumbuhan tanaman.
Instruksi revitalisasi Kebun Karet Jalupang berasal dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pemerintah daerah menargetkan pekerjaan penanaman pada lahan seluas 32 hektare dapat selesai pada akhir 2026.
Persiapan untuk tahap lanjutan juga sudah berjalan. Petugas lapangan telah membuat lubang tanam di sejumlah bagian kebun sehingga penanaman bibit dapat dilakukan lebih intensif saat musim hujan tiba.
Revitalisasi Kebun Karet Jalupang tidak hanya menyasar pemulihan fungsi lahan, tetapi juga mempertimbangkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Pelibatan warga dalam pekerjaan kebun dan pemanfaatan area pinggiran menjadi bagian dari upaya menjaga manfaat ekonomi selama proses penataan berlangsung.
Dengan target 32 hektare, pemerintah masih perlu menyelesaikan penanaman pada area yang belum direvitalisasi. Keberhasilan program selanjutnya akan bergantung pada kesiapan lahan, pemeliharaan tanaman, kondisi cuaca, serta keberlanjutan pengelolaan kebun.
Program revitalisasi tersebut menjadi langkah untuk mengembalikan pemanfaatan Kebun Karet Jalupang sekaligus mempertahankan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi di sekitar kawasan. Penanaman lanjutan pada Oktober 2026 akan menjadi tahap penting untuk mengejar target penyelesaian revitalisasi hingga akhir tahun.


