Tujuh Wakil Jatim Raih Penghargaan Wana Lestari Nasional 2026

Surabaya,MCI News – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengapresiasi capaian tujuh wakil daerah yang meraih penghargaan pada ajang Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada individu dan kelompok yang berkontribusi dalam pelestarian hutan serta pemberdayaan masyarakat, dengan apresiasi disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya pada Selasa (01/09/2026)seperti yang dikutip di website kominfo.jatimprov.

Dari tujuh wakil Jawa Timur yang memperoleh penghargaan, tiga di antaranya meraih predikat Terbaik I tingkat nasional. Tiga wakil lainnya mendapat predikat Terbaik II, sedangkan satu wakil memperoleh predikat Harapan III.

Khofifah menilai capaian tersebut menunjukkan keterlibatan berbagai unsur dalam menjaga kelestarian hutan di Jawa Timur. Menurut dia, pengelolaan hutan tidak hanya berkaitan dengan perlindungan kawasan, tetapi juga perlu memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

“Alhamdulillah, tujuh wakil Jawa Timur berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan selamat dan terima kasih atas dedikasi luar biasa dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus memberdayakan masyarakat,” ujar Gubernur Khofifah di Surabaya.

Tiga penerima predikat Terbaik I berasal dari kategori berbeda. Johan Prasetyo, S.Hut. dari Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jabalnusra meraih posisi tersebut dalam kategori Polisi Kehutanan atau Polhut.

Predikat Terbaik I juga diraih Hendro Supeno dari Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, untuk kategori Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat atau PKSM. Sementara Kelompok Tani Hutan Sumber Lestari yang diketuai Sungkono dari Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, juga menempati posisi Terbaik I nasional.

Hendro mendapat penghargaan atas kiprahnya dalam mendampingi masyarakat mengelola ekosistem mangrove di kawasan Teluk Pang Pang, Banyuwangi. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Sementara itu, KTH Sumber Lestari memperoleh penghargaan karena mengembangkan pengelolaan hutan rakyat secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat. Model pengelolaan tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga sekaligus memanfaatkan sumber daya hutan secara bertanggung jawab.

Khofifah menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan pendampingan dan kerja bersama. Ia menyebut konsistensi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan hutan di daerah.

“Prestasi ini tidak lahir dalam waktu singkat. Ada ketekunan, konsistensi, kerja bersama, dan komitmen panjang dalam merawat hutan. Mereka membuktikan bahwa dari desa dan komunitas dapat lahir praktik-praktik terbaik yang menjadi inspirasi bagi Indonesia,” ungkapnya.

Tiga wakil Jawa Timur lainnya meraih predikat Terbaik II tingkat nasional. Mereka adalah Rudiyanto pada kategori Kader Konservasi Alam, Kelompok Pecinta Alam Pelita pada kategori Kelompok Pecinta Alam, serta Lembaga Desa Wilis Sejahtera dari Kabupaten Madiun pada kategori Pemegang Persetujuan Pengelolaan Hutan Desa.

Satu penghargaan lainnya diberikan kepada KP Lesung Gemilang Sejahtera. Kelompok tersebut memperoleh predikat Harapan III nasional dalam kategori Pemegang Persetujuan Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan.

Khofifah melihat keberagaman kategori penerima penghargaan sebagai gambaran keterlibatan banyak unsur dalam pengelolaan hutan di Jawa Timur. Peran tersebut mencakup penegakan hukum, penyuluhan, konservasi, pengelolaan hutan oleh kelompok masyarakat, serta pengembangan perhutanan sosial berbasis desa.

“Capaian di tujuh kategori ini menggambarkan lengkapnya ekosistem pengelolaan hutan lestari di Jawa Timur, mulai dari penyuluhan, pemberdayaan kelompok tani dan pelestari alam, penegakan hukum kehutanan, hingga pengelolaan hutan desa dan hutan kemasyarakatan,” jelas Khofifah.

Lima penghargaan dalam kategori KTH, PKSM, Polhut, KKA, dan KPA diserahkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam Temu Karya Teladan Penerima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026 di Jakarta.

Adapun penghargaan untuk kategori Hutan Desa dan Hutan Kemasyarakatan diserahkan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Catur Endah Prasetiani dalam rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta pada Kamis (13/8).

Secara keseluruhan, Penghargaan Wana Lestari Tahun 2026 memberikan apresiasi kepada 63 penerima dari 20 kategori. Kementerian Kehutanan menyelenggarakan agenda tersebut setiap tahun sebagai bentuk penghargaan kepada individu maupun kelompok yang memberikan kontribusi terhadap pelestarian hutan dan peningkatan manfaat hutan bagi masyarakat.

Proses penilaian berlangsung secara berjenjang dari tingkat provinsi hingga nasional. Mekanisme tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.15 Tahun 2024 tentang Penghargaan Wana Lestari.

Khofifah berharap para penerima dari Jawa Timur tidak berhenti setelah memperoleh penghargaan. Ia mendorong mereka memperluas praktik pengelolaan hutan yang telah berjalan agar dapat menjadi rujukan bagi kelompok dan daerah lain.

“Penghargaan ini bukanlah garis akhir. Justru setelah menerima penghargaan, praktik-praktik baik yang telah dilakukan harus semakin diperluas, direplikasi, dan ditularkan kepada kelompok maupun daerah lainnya,” pesannya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan kota, penyuluh kehutanan, kelompok masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun tata kelola hutan yang menjaga fungsi ekologis sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

“Semangat Wana Lestari harus terus tumbuh menjadi gerakan bersama. Hutan tetap terjaga, masyarakat memperoleh manfaat dan kesejahteraan, serta generasi mendatang dapat mewarisi lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga menekankan pentingnya menjadikan penghargaan tersebut sebagai instrumen untuk memperluas praktik pengelolaan hutan yang berhasil di berbagai daerah. Pengembangan praktik tersebut mencakup peningkatan pendapatan masyarakat, konservasi keanekaragaman hayati, hingga mendukung target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Dengan capaian tujuh wakil tersebut, Jawa Timur menunjukkan keterlibatan masyarakat dan aparatur dalam berbagai sektor pengelolaan hutan. Tantangan berikutnya terletak pada keberlanjutan praktik tersebut agar penghargaan yang diterima dapat berlanjut menjadi kegiatan nyata yang menjaga hutan sekaligus meningkatkan manfaat bagi masyarakat.

Baca Berita Terpopuler

Allahuakbar, Ucapan Terakhir Ustaz Yahya Waloni Meninggal di Mimbar Khotbah Jumat

Surabaya, MCI News – Pendakwah Yahya Waloni meninggal dunia saat...

Hukuman Mati Mantan Menteri Korupsi di China, Kampanye Antikorupsi Xi Jinping

China, MCI News – Tang Renjian, mantan Menteri Pertanian...

Fachry Albar Konsumsi Banyak Jenis Narkoba

Jakarta, MCI News - Aktor Fachry Albar menjalani tes urine...

BRN Korda Jawa Timur Gelar Halal Bihalal, Perkuat Silaturahmi dan Tegaskan SOP Operasional

Blitar, MCI News – Ratusan anggota Buser Rent Car...

Google Doodle Hari Bumi Sedunia 22 April 2025

Surabaya, MCI News - Peringatan Hari Bumi selalu dilaksanakan tiap...

Harga Tembakau Bojonegoro Capai Rp48 Ribu per Kilogram

Bojonegoro, MCI News - Luas tanam tembakau di Kabupaten...

Pemkot Surabaya Siapkan ASN Adaptif Hadapi Perubahan AI

Surabaya, MCI News - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan aparatur...

P-APBD Jatim 2026 Disepakati, Fokus Anggaran untuk Kesejahteraan Warga

Surabaya, MCI News - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama...

Hari Pelanggan Nasional 2026, Khofifah Dorong Pelayanan Berkualitas

Surabaya, MCI News - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar...

Dinsos Surabaya Verifikasi 3.283 Keluhan Data Desil Warga 2026

Surabaya, MCI News - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya...

141.935 Keluarga Ponorogo Dapat Bantuan Beras 30 Kg 2026

Ponorogo, MCI News - Sebanyak 141.935 keluarga yang masuk...

Tajemtra 2026 Catat Rekor Peserta Terbanyak di Kabupaten Jember

Jember, MCI News - Gerak Jalan Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra)...

OPD Jember Berhasil Sabet penghargaan publik service of the year

Jember, MCI News - Tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD)...
spot_img

Baca Juga

Kanal Berita

spot_img