Singaraja, MCI News – Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengajak generasi muda memperkuat peran dalam masyarakat melalui kemampuan berdaya, berkarya, dan memberikan dampak nyata. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng di Ruang Seminar Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Undiksha Singaraja pada Senin (31/08/2026) seperti yang dikutip di website bulelengkab.go.id.
FGD bertajuk “Merdeka Versi Generasi Muda: Berdaya, Berkarya dan Berdampak” itu membahas makna kemerdekaan bagi pemuda di tengah perkembangan teknologi digital dan kehidupan demokrasi. Kegiatan tersebut diikuti 100 peserta dari berbagai OKP di Kabupaten Buleleng.
Supriatna mengatakan generasi muda perlu memaknai kemerdekaan secara konkret. Menurutnya, pemuda harus memiliki pengetahuan, kemampuan, karakter, integritas, dan kepercayaan diri agar mampu mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.
Ia juga mendorong pemuda mengembangkan kreativitas, inovasi, gagasan, dan potensi melalui berbagai karya. Karya tersebut, kata dia, perlu memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari keluarga hingga masyarakat, daerah, dan bangsa.
“Yang paling penting, merdeka untuk berdampak. Artinya, setiap karya dan gagasan tidak berhenti pada kepentingan pribadi, tetapi mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, daerah dan bangsa,” tegasnya.
Selain mendorong kreativitas, Supriatna menilai pemuda memiliki posisi penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia meminta generasi muda mampu menentukan pilihan secara cerdas, kritis terhadap informasi, serta menjalankan hak dan kewajiban politik dengan integritas.
Perkembangan ruang digital juga menghadirkan tantangan berupa hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, provokasi, dan politik uang. Karena itu, Supriatna mengingatkan pemuda agar memeriksa informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
“Jangan gunakan media sosial untuk memecah persatuan. Gunakan ruang digital sebagai ruang untuk berkarya, berdiskusi, berkolaborasi, dan menyebarkan energi positif,” ajaknya.
Supriatna menegaskan kebebasan harus berjalan bersama tanggung jawab. Kebebasan berpendapat perlu disertai etika, kebebasan berekspresi harus mempertimbangkan tanggung jawab, sedangkan penggunaan teknologi perlu memperhatikan kesadaran hukum.
Ia juga mengingatkan agar kehidupan demokrasi tetap berlandaskan Pancasila, konstitusi, persatuan, dan penghormatan terhadap kebhinekaan. Karakter dan kepedulian sosial, menurutnya, menjadi bagian penting dalam pembentukan generasi muda.
“Generasi muda tidak hanya harus cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat karakter, sadar hukum, peduli terhadap lingkungan sosial, menghargai perbedaan, serta memiliki semangat gotong royong,” ujarnya.
Pemerintah daerah tidak dapat membangun kapasitas generasi muda seorang diri. Supriatna mendorong kolaborasi pemerintah dengan KPU, Bawaslu, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, partai politik, dunia usaha, media, keluarga, dan masyarakat.
Melalui FGD tersebut, pemerintah berharap pembahasan tidak berhenti pada pertukaran gagasan. Forum itu diarahkan untuk menghasilkan pemikiran yang dapat diterapkan dalam kegiatan nyata dan mendukung pembangunan Kabupaten Buleleng.
“Saya berharap dari forum ini lahir gagasan-gagasan segar yang dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata, bukan berhenti sebagai diskusi. Mari kita berikan ruang kepada generasi muda untuk tumbuh, berkreasi, berinovasi, dan mengambil keputusan,” kata Supriatna.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buleleng tersebut menghadirkan Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan dan Dekan FHIS Universitas Pendidikan Ganesha Prof. Dr. I Nengah Suastika sebagai pembicara.


