Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri Makanan dan Minuman

Jakarta, MCI News – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat daya saing industri makanan dan minuman melalui efisiensi produksi, pemanfaatan teknologi, serta optimalisasi penggunaan air dan energi. Langkah tersebut disiapkan untuk menjaga pertumbuhan industri sekaligus mendorong proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kebijakan itu disampaikan Kemenperin.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri makanan dan minuman memiliki posisi strategis karena berkaitan dengan banyak sektor ekonomi dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah melihat efisiensi, produktivitas, dan pengelolaan sumber daya sebagai faktor penting untuk menjaga daya saing industri di tengah dinamika biaya produksi.

“Kami terus memperkuat industri makanan dan minuman agar semakin produktif, inovatif, efisien, dan berdaya saing. Transformasi teknologi menjadi bagian penting untuk memastikan industri dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menggunakan sumber daya dengan semakin efisien dan bertanggung jawab,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (02/09/2026) seperti yang dikutip di website kemenperin.

Kinerja industri makanan dan minuman turut menjadi dasar penguatan kebijakan tersebut. Pada semester I 2026, sektor ini mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto sebesar 6,77 persen dan menyumbang 41,86 persen terhadap industri pengolahan nonmigas.

Industri makanan dan minuman juga memiliki rantai usaha yang luas. Aktivitasnya melibatkan petani, peternak, nelayan, pemasok bahan baku, sektor logistik, industri kecil dan menengah, hingga konsumen.

Keterkaitan tersebut membuat perubahan kinerja industri makanan dan minuman dapat memengaruhi banyak kegiatan ekonomi. Karena itu, Kemenperin mendorong perusahaan meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi penggunaan sumber daya yang tidak efisien.

Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah ialah mendorong modernisasi mesin dan peralatan produksi. Kemenperin menyediakan Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan bagi industri agro, termasuk sektor makanan dan minuman.

Program tersebut memberikan fasilitasi penggantian sebagian harga pembelian mesin dan peralatan bagi perusahaan industri yang melakukan modernisasi teknologi produksi. Besaran fasilitasi mencapai 35 persen untuk mesin produksi dalam negeri dengan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 25 persen, 25 persen untuk mesin produksi dalam negeri, dan 15 persen untuk mesin yang belum diproduksi di dalam negeri.

Program itu telah dibuka sejak akhir Agustus 2026. Pemerintah menetapkan kuota berdasarkan urutan pengajuan permohonan yang memenuhi persyaratan.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika mengatakan efisiensi sumber daya harus menjadi bagian dari proses transformasi industri. Menurut dia, modernisasi teknologi dapat memberikan manfaat terhadap produktivitas sekaligus pengelolaan sumber daya.

“Pemanfaatan teknologi yang lebih efisien memberikan manfaat ganda bagi industri. Di satu sisi dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses produksi, di sisi lain membantu penggunaan sumber daya secara lebih bertanggung jawab. Karena itu, kami terus memperkuat akses industri terhadap program dan fasilitas yang dapat mempercepat modernisasi teknologi,” jelas Putu.

Selain pembaruan mesin, Kemenperin mendorong perusahaan mengoptimalkan penggunaan air dan energi, melakukan konservasi sumber daya, serta menggunakan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah menilai langkah tersebut dapat membantu industri menghadapi kebutuhan produksi sekaligus menjaga efisiensi dalam jangka panjang.

Kemenperin juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha. Koordinasi tersebut diarahkan agar kebijakan industri tetap mempertimbangkan kebutuhan pembangunan daerah, keberlanjutan lingkungan, kepastian usaha, dan peningkatan daya saing industri nasional.(hep)

Baca Berita Terpopuler

Allahuakbar, Ucapan Terakhir Ustaz Yahya Waloni Meninggal di Mimbar Khotbah Jumat

Surabaya, MCI News – Pendakwah Yahya Waloni meninggal dunia saat...

Hukuman Mati Mantan Menteri Korupsi di China, Kampanye Antikorupsi Xi Jinping

China, MCI News – Tang Renjian, mantan Menteri Pertanian...

Fachry Albar Konsumsi Banyak Jenis Narkoba

Jakarta, MCI News - Aktor Fachry Albar menjalani tes urine...

BRN Korda Jawa Timur Gelar Halal Bihalal, Perkuat Silaturahmi dan Tegaskan SOP Operasional

Blitar, MCI News – Ratusan anggota Buser Rent Car...

Google Doodle Hari Bumi Sedunia 22 April 2025

Surabaya, MCI News - Peringatan Hari Bumi selalu dilaksanakan tiap...

Olimpiade Madrasah Indonesia 2026 Diikuti 230 Ribu Peserta dari 34 Provinsi

Jakarta, MCI News - Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026...

Gus Ipul Tegaskan Data BKKBN Tak Bermasalah, Bansos Nasional

Jakarta, MCI News - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau...

BULOG Jatim Salurkan 700 Ton Beras SPHP dan Minyakita

Surabaya, MCI News - Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa...

Jalan Panjang Imbrolia Amorin Tembus Pendidikan S2 Manajemen di Unitomo Surabaya

Surabaya, MCI News - Perjuangan membawa nama negara tidak...

Pasar Murah Jatim Capai 118 Kali, Khofifah Jaga Daya Beli Warga

Blitar, MCI News - Penguatan daya beli masyarakat terus...

Prabowo Terima Dubes AS untuk ASEAN di Hambalang

Bogor, MCI News - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto...

Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk Warga Blitar

Blitar, MCI News - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar...

SMPN 4 Tanggul Jadi Posko Gerak Jalan Wilayah Barat Jember

Jember, MCI News - SMP Negeri 4 Tanggul dipercaya...
spot_img

Baca Juga

Kanal Berita

spot_img