Khofifah Ajak Santri Pramuka Jaga Persatuan dan Lingkungan Indonesia

Malang, MCI News – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menteri Agama RI Nasaruddin Umar membuka Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo, Kabupaten Malang, Kamis (01/10/2026). Dalam pembukaan tersebut, Khofifah mengajak santri pramuka memperkuat persatuan, menjaga keutuhan NKRI, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

PPSN VI mempertemukan santri pramuka dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, pada 30 September hingga 6 Oktober 2026. Kementerian Agama menyebut kegiatan ini mengangkat nilai pembentukan karakter, kepedulian lingkungan, kebangsaan, dan kemampuan santri menghadapi perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan peran santri pramuka dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia mengibaratkan peran tersebut sebagai kekuatan bersama untuk mempertahankan keutuhan negara.

“Santri pramuka harus menjadi pagar betis untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Menurut Khofifah, nilai kepramukaan dan pendidikan keagamaan memberikan bekal bagi santri untuk membangun persaudaraan, gotong royong, kedisiplinan, serta kepedulian kepada sesama. Karena itu, ia meminta peserta tidak menjadikan perbedaan daerah, budaya, maupun latar belakang sebagai alasan untuk terpecah.

“Santri pramuka harus menjadi bagian yang ikut menjaga persatuan dan memperkuat persaudaraan. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah belah,” katanya.

Khofifah kemudian mengaitkan pertemuan para santri dari berbagai daerah dengan sejarah Nusantara. Ia mengajak peserta memahami nilai persatuan yang berkembang dalam perjalanan sejarah Indonesia.

“Di sini kita dipertemukan dalam persaudaraan. Berbeda daerah, berbeda budaya, tetapi kita semua adalah satu bangsa, satu Indonesia,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan peserta mengenai sejarah Majapahit yang menurutnya memiliki kaitan dengan gagasan harmoni dalam keberagaman.

“Ini adalah Bumi Majapahit. Majapahit ini sangat kuat dalam artian harmoni di antara intern dan antarumat beragama dibangun luar biasa,” tegasnya.

“Karena kalau kita mengenal kalimat Bhinneka Tunggal Ika, maka itu terlahir pada era Majapahit dan itu pusatnya ada di Mojokerto, dan inisiatornya dari Singosari Malang,” lanjutnya.

Khofifah menilai semangat Bhinneka Tunggal Ika perlu berjalan bersama nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa.

“Kita tidak cukup hanya menyampaikan Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika harus diikat dengan Pancasila,” tegasnya.

Pembukaan PPSN VI juga berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Momentum tersebut digunakan Khofifah untuk kembali mengaitkan kegiatan pramuka santri dengan penguatan kebangsaan.

“PPSN ini kita buka bertepatan dengan 1 Oktober, Hari Kesaktian Pancasila. Ini mudah-mudahan menjadi penguat bahwa santri pramuka akan menjadi pagar betis untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Selain persatuan, Khofifah mendorong peserta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengusulkan gerakan penanaman pohon yang jumlahnya menyesuaikan jumlah peserta PPSN VI.

“Kalau pesertanya 7.000, insya Allah saya menyiapkan 7.000 pohon. Kalau pesertanya 10.000, kita siapkan 10.000 pohon,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus mendorong kontribusi santri terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Lingkungan kita wujudkan dengan banyak menanam. Insya Allah akan menjadi bagian dari sedekah oksigen,” katanya.

Sementara itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengatakan kegiatan pramuka memiliki hubungan dengan pembentukan karakter santri. Ia menilai aktivitas kepramukaan dapat membangun keterampilan, kedisiplinan, serta akhlak peserta.

“Banyak keterampilan yang dipelajari di Pramuka. Kader Pramuka itu harus berakhlakul karimah, itulah karakter Pramuka, itulah karakter santri. Kalau ikut kepramukaan, santri pasti jadi pembaharu,” kata Nasaruddin.

Kementerian Agama mencatat PPSN VI 2026 menjadi ruang pertemuan santri dari berbagai daerah sekaligus penguatan karakter dan kepedulian lingkungan. Pada pembukaan kegiatan, Nasaruddin juga meluncurkan Saka Amal Bakti sebagai wadah gerakan pramuka bagi santri, mahasiswa, dan pelajar di bawah pembinaan Kementerian Agama.

Dalam sumber kegiatan, PPSN VI disebut diikuti 4.500 santri, terdiri atas 3.000 santri dari Jawa Timur dan 1.500 santri dari 33 provinsi lainnya. Pembukaan ditandai dengan peluncuran Saka Amal Bakti dan penyiraman tunas kelapa menggunakan kendi oleh Menteri Agama, didampingi Khofifah, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, Dirjen Kemenag Basnang Said, dan Waka Kwarnas Asrorun Niam Sholeh.

Baca Berita Terpopuler

Allahuakbar, Ucapan Terakhir Ustaz Yahya Waloni Meninggal di Mimbar Khotbah Jumat

Surabaya, MCI News – Pendakwah Yahya Waloni meninggal dunia saat...

BRN Korda Jawa Timur Gelar Halal Bihalal, Perkuat Silaturahmi dan Tegaskan SOP Operasional

Blitar, MCI News – Ratusan anggota Buser Rent Car...

7 Makanan Bersertifikat Halal Ditemukan Mengandung Babi, Ini Daftarnya

Jakarta, MCI News - Masyarakat dihebohkan dengan temuan sembilan...

Fachry Albar Konsumsi Banyak Jenis Narkoba

Jakarta, MCI News - Aktor Fachry Albar menjalani tes urine...

Google Doodle Hari Bumi Sedunia 22 April 2025

Surabaya, MCI News - Peringatan Hari Bumi selalu dilaksanakan tiap...

DPMD Badung Uji Coba SEMESTA LKD untuk Tertibkan Administrasi Desa

Badung, MCI News - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa...

Pemkot Surabaya Tertibkan Jaringan Utilitas Ilegal di 224 Ruas

Surabaya, MCI News - Pemerintah Kota Surabaya menertibkan jaringan...

Eri Cahyadi Ajak Kota Indonesia Modern Tanpa Tinggalkan Budaya

Surabaya, MCI News - Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah...

Satpol PP Surabaya Tertibkan Warung Remang-remang dan Miras

Surabaya, MCI News - Pemerintah Kota Surabaya mengintensifkan operasi...

Polda Jatim Ungkap Dugaan Penggelapan 185 Ton Gula

Surabaya, MCI News - Polda Jawa Timur mengungkap dugaan...

Ecoprint SMAN 20 Surabaya Olah Daun Menjadi Produk Kreatif

Surabaya, MCI News - SMA Negeri 20 Surabaya mengembangkan...

Kapolda Jatim Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik Humanis

Surabaya, MCI News - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol...

Polda Jatim Tindak Dugaan Peredaran Narkoba di Jalan Kunti Surabaya

Surabaya, MCI News - Polda Jawa Timur bersama tim...
spot_img

Baca Juga

Kanal Berita

spot_img