Aichi, MCI News – Pasangan voli pantai putra Indonesia Bintang Akbar dan Sofyan Rachman Efendi meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari wakil Qatar dalam final di Hekinan Ryokuchi Beach Court, Sabtu (03/10/2026). Hasil tersebut kembali menempatkan Indonesia di podium voli pantai Asian Games setelah terakhir meraih medali pada edisi 2018 seperti yang di kutip di website kemenpora.
Bintang/Sofyan mengawali pertandingan final dengan permainan agresif. Mereka mampu mengimbangi permainan lawan dan merebut set pertama dengan skor 21-19.
Memasuki set kedua, pertandingan berubah setelah Bintang mengalami cedera pada bagian ankle ketika terjadi kontak saat melakukan blok. Kondisi tersebut membatasi pergerakannya sehingga kemampuan pasangan Indonesia dalam bertahan ikut menurun.
Bintang sempat mendapatkan penanganan medis dan melanjutkan pertandingan. Namun, kondisi fisiknya membuat pergerakan di lapangan tidak lagi maksimal. Pasangan Qatar kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil set kedua dengan skor 21-16.
Pada set penentuan, Indonesia berusaha mempertahankan permainan. Namun, keterbatasan Bintang membuat pasangan Indonesia kesulitan mengimbangi tekanan lawan. Qatar akhirnya memenangkan set ketiga dengan skor 15-8 dan memastikan medali emas, sedangkan Bintang/Sofyan membawa pulang perak.
Pelatih tim voli pantai Indonesia, Andy Ardyansyah, mengatakan strategi yang disiapkan tim berjalan sesuai rencana pada awal pertandingan. Keunggulan pada set pertama juga membuka peluang Indonesia untuk memenangkan laga final.
“Untuk pertandingan ini kami sudah mengatur strategi dari tim pelatih dan sebenarnya sudah berjalan sesuai instruksi. Chance untuk menang juga kelihatan, karena set pertama sudah kami ambil,” ujar Andy.
Namun, Andy menyebut cedera Bintang menjadi kendala yang tidak diperkirakan sebelumnya. Kondisi tersebut memengaruhi kemampuan pasangan Indonesia dalam melakukan pertahanan pada dua set berikutnya.
“Yang tidak terduga adalah Bintang mengalami cedera ankle sampai tidak bisa berjalan dengan normal. Itu menjadi salah satu faktor karena rasa sakitnya membuat defense tidak bisa maksimal,” katanya.
Menurut Andy, cedera terjadi ketika Bintang melakukan blok dan kaki pemain Qatar masuk hingga menginjak kaki Bintang. Tim pelatih juga akan mengevaluasi kejadian tersebut dari sisi regulasi pertandingan.
“Cederanya cukup parah dan sangat memengaruhi performance. Kami sempat meminta medical timeout, tetapi Bintang tetap memaksakan untuk bermain,” ujar Andy.
Meski gagal mendapatkan emas, hasil perak menjadi catatan penting bagi voli pantai Indonesia. Bintang/Sofyan menjadi pasangan Indonesia yang kembali membawa cabang tersebut ke podium Asian Games setelah pencapaian pada 2018. Sumber pertandingan juga mencatat medali perak tersebut sebagai capaian pertama Bintang/Sofyan di Asian Games.
“Untuk capaian ini sangat bagus. Terakhir kami meraih medali itu di Asian Games 2018 Jakarta. Insyaallah untuk Asian Games berikutnya kami bisa kembali meraih medali,” kata Andy.
Setelah Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Bintang/Sofyan masih memiliki agenda kompetisi internasional. Andy mengatakan keduanya akan mengikuti turnamen di Turki dan Jepang untuk mengumpulkan poin menuju kualifikasi Olimpiade.
“Setelah ini mereka akan ke Turki untuk pengumpulan poin, kemudian ke Jepang juga untuk mengumpulkan poin menuju Olimpiade,” ungkap Andy.
Sofyan mengatakan cedera Bintang turut memengaruhi konsentrasi permainan pasangan Indonesia. Ia mengaku kesulitan menjaga fokus setelah melihat kondisi rekannya pada set kedua dan ketiga.
“Tadi ada kendala dari teman saya (Bintang) karena bertabrakan dengan pemain Qatar. Set pertama kami menang, tetapi di set kedua kami kehilangan konsentrasi. Saya kurang fokus melihat kondisi teman saya yang mengalami cedera ankle. Set ketiga kami juga tidak fokus menghadapi lawan,” kata Sofyan.
Bintang juga menilai peluang Indonesia untuk memenangkan pertandingan sebenarnya terbuka setelah merebut set pertama. Namun, cedera membuat perjuangan mereka di final menjadi lebih berat.
“Untuk pencapaian ini, sedikit lagi. Sebenarnya target kami emas, tetapi kurang sedikit lagi. Karena saya kena ankle, sebenarnya kami merasa bisa memenangkan pertandingan,” pungkas Bintang.


