Jakarta, MCI News – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong penguatan kreativitas dan literasi anak melalui penyelenggaraan Karya Raya 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Pameran yang berlangsung pada 11 September hingga 2 Oktober 2026 tersebut menghadirkan 2.053 karya buku anak dan menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan gagasan, imajinasi, serta kemampuan berkarya.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menghadiri acara penganugerahan Karya Raya 2026 di Teater Besar TIM pada Sabtu (03/10/2026) seperti yang di kutip di website kemenkraf. Ia menilai dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam proses anak mengenali dan mengembangkan potensi kreatif sejak usia dini.
“Kami mengapresiasi para orangtua yang memberikan ruang kepada anak-anaknya untuk berekspresi dan berimajinasi. Karya Raya jadi bukti bahwa mimpi bisa tumbuh lewat ekspresi, imajinasi, dan dukungan terhadap gagasan anak. Setiap anak berhak belajar bahwa kreativitas selalu layak tumbuh dan memiliki nilai untuk terus dikembangkan,” ungkap Wamen Ekraf Irene Umar di Teater Besar TIM saat awarding celebration Karya Raya 2026.
Menurut Irene, kegiatan tersebut tidak hanya berhubungan dengan kemampuan anak menghasilkan karya. Program itu juga berkaitan dengan pembentukan karakter kreatif yang dapat mendukung perkembangan ekonomi kreatif, terutama subsektor penerbitan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan subsektor penerbitan mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp94,02 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan Rp91,42 triliun pada 2024 dan memberikan kontribusi 5,35 persen terhadap total PDB ekonomi kreatif nasional.
“Kementerian Ekraf ingin anak-anak tidak hanya menjadi konsumen karya, tetapi juga tumbuh sebagai pencipta karya. Dari kebiasaan menulis, menggambar, bercerita, dan berbagi gagasan sejak kecil, kita sedang membangun fondasi generasi kreatif Indonesia yang nantinya mampu menciptakan karya untuk Indonesia bahkan bagi dunia,” tambah Irene pada Sabtu (03/10/2026).
Karya Raya 2026 mengusung tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You. Selain pameran buku, penyelenggara menghadirkan workshop, storytelling, peluncuran buku, kompetisi Tell A Tale, serta Lakukaryaku yang memberikan kesempatan kepada anak untuk memamerkan dan menjual karya mereka.
Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB. Jassin, Diki Lukman Hakim, mengatakan ruang kreatif diperlukan agar anak dapat tumbuh dengan kepercayaan diri sekaligus mengenali kemampuan yang dimilikinya.
“Kita ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mampu menemukan potensi terbaiknya. Mereka membutuhkan ruang yang aman, lingkungan yang mendukung, dan kepercayaan dari orang-orang dewasa. Semoga Karya Raya bisa menjadi tempat kreativitas dan kebaikan anak-anak yang tumbuh dan bermekaran dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah dan memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh dengan aman, percaya diri, dan bahagia,” jelas Diki Lukman Hakim.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, menekankan pentingnya pendampingan orang tua dalam membangun kebiasaan membaca pada anak.
“Mendampingi anak merupakan proses belajar bagi kita. Pentingnya membaca juga bisa mengubah kebiasaan anak-anak yang bisa kita lakukan bersama dengan langkah sederhana mulai dari membaca bersama kemudian mendengarkan cerita anak sampai selesai dan bertanya tentang hal menarik apa yang diangkat terkait buku tersebut. Saya berharap ini menjadi gerakan literasi untuk Jakarta terus tumbuh,” harap Nasruddin Djoko Surjono.
Karya Raya 2026 diinisiasi Bookabook bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta. Dari ribuan karya yang masuk, penyelenggara memberikan 10 penghargaan berdasarkan penilaian terhadap orisinalitas, penceritaan, kreativitas, aspek emosional, dan eksekusi karya.


