Surabaya, MCI News - Ribuan massa dari kalangan pengemudi ojek online (ojol), mahasiswa, dan masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/8/2025).
Demonstrasi dipicu kemarahan atas insiden tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengendara ojek online yang meninggal usai terlindas kendaraan taktis Brimob sehari sebelumnya.
Aksi yang dimulai sejak pukul 14.41 WIB ini masih berlangsung ricuh, sementara sejumlah kelompok massa aksi masih terus berdatangan hingga pukul 15.46 WIB.
Petugas gabungan TNI-Polri terlihat siaga penuh dengan kendaraan taktis yang diparkir tak jauh dari Gedung Negara Grahadi Surabaya. Bau gas air mata juga masih terasa menyengat di lokasi, sisa dari upaya aparat membubarkan kerumunan.
Berdasarkan informasi yang diterima mcinews.id, terdapat 12 unit sepeda motor yang terbaka di depan Gedung Negara Grahadi. Seluruhnya merupakan kendaraan milik karyawan, kepolisian, dan Satpol PP Provinsi Jawa Timur.
Dari barisan pasukan Brimob, terdengar instruksi dari pimpinan kepada anggota untuk tidak melakukan tindakan tanpa instruksi.
“Jangan melakukan tindakan apapun tanpa instruksi. Tetap bertahan, dan tetap hadapi dengan senyuman, tetap humanis, dan jangan terprovokasi,” ujar salah satu pimpinan pleton.
Tampak puing-puing kendaraan bermotor yang terbakar, dan batu yang berserakan. Tampak juga tong sampah, dan rambu-rambu lalu lintas yang berserakan akibat dirusak massa demonstran di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Pukul 17.30 WIB, petugas dari Brimob memukul mundur massa ke arah jalan Yos Sudarso, Pemuda, dan ke Jalan Panglima Sudirman dengan menembbakkan gas air mata, dan mobil water cannon. Hal ini dilakukan agar konsentrasi massa terpecah, dan diharapkan massa segera bubar untuk kembali ke kediaman masing-masing.
Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono, S.Sos., M.Han. ketika ditemui di lokasi demonstrasi mengatakan, sejauh ini di Markas Besar (Mabes) Polri sudah dilakukan langkah-langkah untuk proses hukum.
“Mudah-mudahan saudara-saudara kita sadar, masalah proses hukum yang dituntut sama mereka terhadap pelaku yang nabrak kawan-kawan yang ditangani di Jakarta. dan disini agar segera kondusif,” ujarnya.
Dandim menambahkan, jumlah personel yang diturunkan pada aksi ini sekitar ada 200 orang. Kemudian dari Batalyon 516 juga 100 orang. Dari Batalyon 500, berjumlah 100 orang.
Editor : Yasmin Fitrida Diat