Jakarta, MCI News – Jerome Polin mengunggah fakta bahwa dirinya mendapat penawaran untuk menjadi buzzer senilai Rp150 juta. Syaratnya, ahli matematika ini diminta untuk menyerukan "Ajakan Damai Indonesia". Seruan ini terkait ajakan untuk damai dari pemerintah, DPR, Brimob, ojol, dan masyarakat.
Unggahan tersebut juga harus diposting serentak pada tanggal 1 September 2025. Isi penawaran tersebut diperlihatkan secara jelas oleh Jerome Polin.
Pria berusia 27 tahun ini geram karena uang rakyat dipakai untuk bayar buzzer demi pencitraan. Ia pun berandai-andai jika uang tersebut bisa dipakai untuk hal-hal yang lebih mendesak dan bermanfaat bagi negara. Seperti untuk menaikkan gaji guru agar lebih sejahtera.
"Nih, aku spill. Uang rakyat dipake buat bayar buzzer per orang 150 juta 1 post kalo dipake buat naikin gaji guru per orang 10 juta, udah bisa bikin 15 guru hidup sejahtera selama sebulan." tulisnya di akun Instagram @jeromepolin.
Influencer kelahiran 2 Mei 1998 itu pun meminta agar masyarakat tidak lengah. Jerome berharap adanya transparansi dari Pemerintah soal penggunaan pajak dari rakyat.
"Jangan lengah, kita kawal terus. Kita berhak atas transparansi pemakaian uang pajak kita!! Sudah saatnya kita aware." lanjutnya.
Lebih lanjut, Jerome Polin juga memohon agar rekan-rekannya tidak tergiur dengan tawaran tersebut. Apalagi hal ini harus mengorbankan rakyat di tengah kondisi genting seperti sekarang.
"Dear agency dan KOL, aku mohon untuk kali ini, jangan korbanin rakyat buat kepentingan kalian sendiri. Semua lagi susah, kita berjuang bersama, yah? Tolong," imbuhnya.
Dalam tangkap layar pesan WhatsApp yang diunggahnya, Jerome Polin juga menyelipkan amarahnya terkait tawaran buzzer. Ia geram karena uang rakyat justru dipakai untuk membangun narasi pencitraan seolah semua baik-baik saja.
"Uang rakyat dipake buat bikin narasi2 untuk pencitraan seolah semua baik2 saja. Jangan sampai lengah, jangan terpecah belah, kawal terus," tulisnya.
Keterbukaan yang dilakukan Jerome Polin ini membuat para penggemarnya khawatir akan keselamatan sang idola. Dia memang sudah geram sejak Anggota DPR RI sibuk menghitung biaya uang pengganti rumah dinas dan kenaikan gaji.
Editor : Yasmin Fitrida Diat